Ada banyak akademi klub yang menghasilkan pemain-pemain hebat . Ada
Banyak akademi bagus yang tidak tercakup di sini seperti akademi Bayern
Munich, Dortmund, Internazionale, Clairefontaine, Baskonia dan
lain-lain.
1. Calissta
Real Madrid memiliki salah satu akademi terbaik di dunia. Lulusan
Akademi Madrid sebenarnya memiliki kualitas yang bagus, namun mereka
jarang mendapat tempat di tim utama Los Blancos.
Kebijakan Real Madrid yang lebih memercayai pemain bintang hasil
pembelian dari klub lain membuat peluang pemain lulusan Castilla untuk
memperkuat tim utama menjadi sangat kecil. Tetapi dari sisi kualitas
pemain lulusan Castilla sebenarnya bisa disandingkan dengan akademi
terbaik dunia lainnya.
Alumni: Arbeloa, Rafa Benitez, Butragueno, Casillas, Cambiasso, Santiago Canizares, Guti, Javi Garcia, Juan Mata, Raul, Soldado.
2. Santos
Santos adalah salah satu kekuatan terbesar di Amerika Selatan. Akademi
Santos memiliki kebiasaan untuk mengorbitkan pemain-pemain berkualitas
dunia.
Seperti halnya klub-klub Brasil yang lain, Santos juga menjadi penyuplai
pemain hebat bagi klub-klub besar Eropa. Meski selalu ditinggal para
bintangnya, Santos seperti tak pernah berhenti mendapatkan pemain muda
baru kaya potensi.
Alumni: Pele, Pita, Juary, Robinho, Leo, Giovani, Ganso, Neymar.
3.The Academy of Football
West Ham cenderung sering terlupakan ketika berbicara mengenai
pengembangan pemain muda. Alasannya jelas, Para pemain binaan West Ham
banyak direbut klub-klub besar ketika mulai menunjukkan bakatnya.
Sejak didirikan pada dekade 50-an oleh manajer Ted Fenton, The Academy
telah berhasil menelorkan banyak pemain muda berkualitas di Inggris.
Alumni: Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrick, Joe Cole, Glen Johnson, Jermain Defoe.
4.Gremio
Gremio adalah klub besar Brasil yang punya tradisi menghasilkan talenta
kelas dunia. Secara umum, klub-klub Brasil memang ahlinya dalam
mengembangkan pemain muda menjadi pemain besar berprestasi.
Namun Gremio menonjol karena telah diakui secara resmi sebagai klub yang
memiliki akademi terbaik di Brasil. Pengakuan ini pun datangnya dari
CBF (Federasi Sepakbola Brasil).
Alumni: Ronaldinho, Anderson, Lucas Leiva, Eduardo Costa, Lucio, Emerson, Gerson, Ailton.
5. El Semillero
Nama Argentinos Junior mungkin tak banyak anda dengar, atau malah belum
pernah anda dengar sama sekali. Tetapi klub kecil asal Argentina ini
memiliki tradisi menghasilkan bakat-bakat besar sepakbola.
Akademi El Semillero memiliki reputasi yang bagus dalam hal pembinaan
pemain muda. Sayang, ketika sudah 'jadi', para pemain itu banyak yang
pindah ke klub sekota Argentinos Juniors, River Plate dan Boca Juniors.
Alumni: Diego Maradona, Juan Riquelme, Cambiasso, Coloccini, Sergio Batista, Fernando Redondo, Juan Pablo SorinJose Pekerman.
6. Arsenal Academy
Arsenal Academy mungkin lebih dikenal karena bisa mengembangkan bakat
pemain muda yang mereka dapat dari klub lain. Dengan dipimpin Arsene
Wenger, Arsenal Academy bisa menyuplai kebutuhan pemain-pemain kelas
atas yang dibutuhkan The Gunners.
Arsenal Academy dikenal lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas.
Hasilnya memang membuktikan bhawa lulusan mereka banyak yang mampu
berprestasi. Sayang sekali Arsenal juga hobi menjual pemain-pemain
terbaik mereka.
Alumni : Ashley Cole, Gael Clichy, Jack Wilshere, Alex Song, Nickals Bendtner, Ray Parlour, Paul Merson, Tony Adams.
7. Sporting Academy Alochete
Jika melihat beberapa pemain terbaik Portugal, baik di masa lalu hingga
saat ini, banyak di antara mereka yang berasal dari Sporting PUMA
Academy.
Akademi milik Sporting CP ini terletak di daerah bernama Alochete. Andai
bisa mempertahankan pemain-pemain terbaiknya, tak msutahil Sporting
akan mampu berbicara banyak, tak hanya di tingkat nasional, tapi juga
Eropa.
Alumni: Cristiano Ronaldo, Quaresma, Nani, Moutinho, Luis Figo, Simao, Miguel Veloso, Nuno Valente.
8. Manchester United Academy
Akademi milik Manchester United kini telah memiliki tradisi untuk
menelorkan pemain-pemain hebat kelas atas. Sebagian besar kesuksesan
akademi ini diprakarsai oleh Sir Alex Ferguson. Sejak menangani United,
Sir Alex sangat memercayai bakat muda klubnya.
Kepercayaan itu terbayar tuntas ketika Class of '92 menjadi pilar utama
United ketika meraih treble winners pada 2009. Kemampuan Fergie
mengkombinasikan pemain lulusan akademi dengan pemain hasil transfer
telah memberikan kesuksesan besar bagi Setan Merah.
Alumni: Charlton, Hughes, Beckham, Giggs, Scholes, Neville bersaudara, Nicky Butt, Cleverley.
9.De Toekomst
Ajax pernah merajai Eropa dengan pemain-pemain berbakat yang mereka
hasilkan. Tetapi di era modern, Ajax memiliki kesulitan untuk
mempertahankan para pemain berbakat yang mereka kembangkan.
Akademi De Toekomst (yang berarti Masa Depan) telah menghasilkan banyak
pemain hebat yang menghiasi lapangan hijau dunia. De Toekomst punya
dasar sepakbola khas Belanda; Total Football.
Alumni: Johann Cruyff, Wesley Sneijder, Van der Vaart, Suarez, Van der Sar, Vermaelen, Bergkamp, Vertonghen.
10 La Masia
Sudah tak perlu diragukan lagi, La Masia adalah akademi sepakbola
terbaik saat ini. Sebagai penyuplai pemain bagi Barcelona FC, La Masia
mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Bukti yang paling jelas adalah
ketika pada 2010, tiga finalis Ballon d'Or berasal dari La Masia: Messi,
Iniesta dan Xavi.
Selain hebat dalam mengembangkan bakat pemain, La Masia juga punya
kebijakan bagus soal pendidikan pesertanya. Banyak akademi yang
mengharuskan para pesertanya untuk berhenti sekolah pada usia 15 tahun
agar fokus ke sepakbola. Di La Masia, para peserta diwajibkan mengikuti
pendidikan dengan baik. Akan ada 'penalti' jika mendapatkan nilai bagus
di bidang akademik.
Alumni: Josep Guardiola, Xavi, Iniesta, Messi, Pedro, Puyol, Pique, Fabregas, Arteta, Thiago Alcantara, Cuenca.
Minggu, 16 Desember 2012
Selasa, 04 Desember 2012
Legenda sepakbola
George Best
George Best adalah seorang legenda sepakbola dari Irlandia Utara (Northern Irrish). George Best lahir pada 22 mei 1946 (di Belfast) dan wafat pada 25 November 2005 pada usia 59 tahun. Pemain sepakbola berposisi sebagai winger ini lebih di kenal sebagai legendanya tim inggris, Manchester United. Selama 13 tahun mengabdi di Manchester United, George Best tercatat telah mencetak gol sebanyak 179 kali dari 470 pertandingan yang ia mainkan. Catatan gol tersebut adalah bukti George Best
merupakan pemain tengah yang tajam dalam hal mencetak gol. Puncak karir
nya ia gapai ketika tahun 1968 mengantarkan Manchester United menjadi
juara Eropa ( Piala Champions ) untuk pertama kalinya. Prestasi tersebut
menghantarkan dirinya meraih gelar pemain terbaik eropa ( European
Footballer of The Year) dan FWA Footballer of The Year (Football Writers
Association Footballer of The Year).
Gerd Muller
Gerhard "Gerd" Muller merupakan salah satu Legenda Sepakbola asal jerman yang namanya berada di bawah-bayang kolegannya Franz Beckenbeaur.
Pria yang lahir di Nordlingen pada 3 November 1945 ini berposisi
sebagai seorang penggedor jala lawan ( Striker ). Pada masanya Gerd
Muller merupakan seorang striker yang haus gol dan sangat di segani oleh
para lawannya, catatan gol-golnya membuktikan pernyataan tersebut : 68
gol dari 62 pertandingan ia buat bagi timnas Jerman, 365 gol dari 427
pertandingan ia cetak di Liga Jerman ( Bundesliga ), dan 66 gol dari 74
pertandingan di cetaknya di kompetisi antar klub eropa. Gerd Muller sempat
mencatatkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak pada ajang Piala Dunia
( World Cup ), setelah total 14 gol di cetaknya pada Piala Dunia 1970
di Mexico ( 10 gol ) dan di Piala Dunia 1974 di Jerman ( 4 gol ), namun
rekor tersebut berhasil di lampaui 32 tahun kemudian oleh Ronaldo LuÃs Nazário de Lima ( 15 gol ), dari Brazil pada ajang Piala Dunia 2006.
Michel Platini
Michel Fancois Platini (lahir21
Juni 1955) adalah seorang legenda sepakbola dari prancis, ia juga
merupakan mantan pelatih sepakbola, dan kini beliau menjabat sebagai
President UEFA (Organisasi Sepakbola Eropa) sejak 2007.
Sepanjang karir sebagai pemain sepakbola profesional, Patini tercatat pernah membela klub Nancy, Saint-Etienne, dan Juventus. di timnas prancis Platini tercatat sebagai salah satu anggota timnas Prancis yang berhasil menjuarai Piala Eropa 1984, sebuah ternamen yang membuat dirinya terpilih menjadi pemain terbaik dan tampil sebagai pencetak gol terbanyak. Bersama timnas prancis Platini pernah ikut berpartisipasi 3 kali di turnamen Piala Dunia (1978, 1984, 1986), dengan tampil 2 kali sebagai semifinalis.
Sepanjang karir sebagai pemain sepakbola profesional, Patini tercatat pernah membela klub Nancy, Saint-Etienne, dan Juventus. di timnas prancis Platini tercatat sebagai salah satu anggota timnas Prancis yang berhasil menjuarai Piala Eropa 1984, sebuah ternamen yang membuat dirinya terpilih menjadi pemain terbaik dan tampil sebagai pencetak gol terbanyak. Bersama timnas prancis Platini pernah ikut berpartisipasi 3 kali di turnamen Piala Dunia (1978, 1984, 1986), dengan tampil 2 kali sebagai semifinalis.
Lev Yashin
Lev Ivanovich Yashin pesepakbola asal Uni Soviet
yang menempati posisi sebagai seorang Kiper atau Penjaga Gawang di
dalam lapangan. Posisinya sebagai seorang Kiper menjadikannya sebagai
seorang Legenda dan tercatat sebagai Kiper terbaik sepanjang sejarah sepakbola hingga
kini. Yashin yang dilahirkan di Moscow pada 22 Oktober 1929 memiliki
tubuh yang atketis, reflek penyelamatan bola yang mengagumkan, dan
ide-ide cara penyelamatan yang luar biasa yang membuat para penonon
berdecak kagum. Yashin pun terpilih sebagai penjaga Gawang terbaik di
abad ke 20 oleh IFFHS.
Langganan:
Postingan (Atom)